top of page

Tribun Jateng

Mengenang Ki Enthus Susmono

June 25, 2015

Tanggal 13-14 Mei 2009 sebuah konferensi bertajuk “The Heritage Theatre” dihelat di Rotterdam. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program penelitian yang diinisiasi Erasmus University Rotterdam (kini Erasmus School of History, Culture and Communication; ESHCC).Hal cukup membanggakan, nama Ki Enthus menjadi salah satu topik bahasan.

Galeri Nasional Indonesia

Press Release Aku Diponegoro

March 8, 2015

dat behalve het eten, de vriendelijke mensen en Bali, ook wajang langskomt.Het poppenspel en de wajangfiguren zijn iconisch voor Indonesië. Maar ook in de wetenschap heeft wajang de aandacht getrokken van de nodige onderzoekers." Jangan mendalang kalau tak mampu mencerdaskan penonton, demikian pesan dalang terkenal Ki Enthus Susmono dari Tegal, Jateng. " Sebagai dalang, saya harus bisa menawarkan kecerdasan di hadapan publik.

Vrije Universiteit Amsterdam

PhD Defense Sadiah Boonstra :
Heritage formation and wayang
performance practice in colonial
and postcolonial Indonesia

March 5, 2015

PhD Defense for Changing Wayang Scenes. Heritage Formation and Wayang Performance Practice in Colonial and Postcolonial Indonesia. Boonstra reached an important milestone in her academic career through an “enlightening and strong defense” of her thesis on wayang, the colonial canon, intangible heritage and the deciding role of dalang in the making of their art. Backed up by Ki Purbo, Ki Manteb and Ki Enthus, Boonstra develops in her thesis a valuable critique on ethnography and orientalism, on anthropology, as well as on top-down cultural policy practices in processes of nation building and globalization, even in situations such as UNESCO’s top-down approach which is supposed to strengthen bottom-up approaches.

Terra Cognito Indonesia

Trailer Pangeran Diponegoro, Sang Ratu Adil

March 4, 2015

Animasi ini dibuat untuk pameran bertajuk: " Pangeran Diponegoro Dalam Sudut Pandang Belanda, dari Tahun 1800 hingga kini yang digelar di Erasmus Huis, Kuningan Jakarta, 12 Feb - 11 Maret 2015. Film animasi ini dibuat berdasarkan gambar-gambar dari buku Babad Diponegoro yang ditulis Diponegoro saat pengasingannya di Makassar. Kebanyakan masyarakat Indonesia generasi kini mengenang Pangeran Diponegoro sebagai pahlawan perjuangan awal abad kedelapan belas yang memimpin perlawanan Jawa terhadap Belanda dalam pertarungan yang dikenal sebagai Perang Diponegoro (1825-1830). Selain itu, banyak juga yang hanya mengenali figur pemimpin Perang Jawa ini sebagai pangeran Yogyakarta yang dapat dilihat di ruang-ruang kelas seluruh pelosok Indonesia, berdampingan dengan para pahlawan nasional lainnya. Tanggal 13-14 Mei 2009 sebuah konferensi bertajuk “The Heritage Theatre” dihelat di Rotterdam. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program penelitian yang diinisiasi Erasmus University Rotterdam (kini Erasmus School of History, Culture and Communication; ESHCC).Hal cukup membanggakan, nama Ki Enthus menjadi salah satu topik bahasan. Het wayang theater uit Indonesië wordt vaak gezien als iets dat eeuwenlang onveranderd is gebleven en met uitsterven bedreigd wordt. UNESCO onderschrijft dit statische idee van wayang door het te erkennen als immaterieel erfgoed (2003). Sadiah Boonstra laat tijdens deze Broodje Kennis een heel ander beeld zien en toont hoe wayang altijd in beweging is geweest en sinds de koloniale tijd ‘gemaakt’ is tot cultureel erfgoed. "Wat ze te binnen schiet bij Indonesië en er bestaat een goede kans

The Jakarta Globe

A Different View of Java’s
‘Rebel Prince’ Diponegoro

February 25, 2015

Held parallel to the massive “Aku Diponegoro” exhibition, currently showing at the National Gallery in Central Jakarta, the Dutch cultural center Erasmus Huis features another exhibition on the same subject, revealing another side to the Indonesian national hero — “Prince Diponegoro in Dutch Perspectives From 1800 Until Now.”

Tempo

Surat-Surat Perwira Belanda

February 23, 2015

"Diponegoro adalah orang bodoh". Pernyataan itu disampaikan Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch dan Kolonel Jan-Baptist Cleerens kepada Kolonel F.D. Cock dalam suratnya pada 26 Februari 1830. Mereka menyebut Diponegoro sebagai "either very stupid or very dissembling person".

NOmagz.com

Pembukaan Pameran Prince Diponegoro in Dutch Perspectives

February 12, 2015

Dasar pameran ini adalah berkas dan benda-benda yang berkaitan dengan Diponegoro di Belanda. Pameran ini berlangsung hingga 11 Maret.

bottom of page